Happiness


oleh Ahmad Adityawarman

Ada sebuah pertanyaan sederhana pren, namun mungkin bagi sebagian orang ini adalah pertanyaan serius. Dimanakah letak kebahagiaan? Kayaknya ini pertanyaan yang pas disodorkan kepada orang yang merasa dirinya orang paling malang sedunia. Contohnya banyaklah, misalnya orang yang putus cintalah, gak punya duit karna udah lama gak dikirimin ortu jatah bulananlah, IPKnya yang selalu nasakom (nasib satu koma) lah, dll. Atau juga orang yang mengalami komplikasi berbagai masalah, saking banyaknya sampai-sampai dia pikir hidup itu sendiri adalah masalah yang harus diakhiri.. Wuiih, kalo udah kayak gitu rasanya mending sekalian aja panjat menara RRI sampai puncak terus lompat indah deh dari sono.
Nah sekarang kira-kira apa jawabannya yak? Ada yang bilang kebahagiaan itu ada pada harta yang berlimpah ruah sehingga kita gak lagi hidup susah en apa yang kita inginkan semuanya tinggal dibeli pake uang. Apa bener? Buktinya banyak tuh orang kaya stress yang akhirnya terpaksa tinggal di rumah sakit jiwa atau mati bunuh diri. Ada lagi yang bilang kebahagiaan itu bisa datang kalo kita  meraih berbagai prestasi en penghargaan. Hmm, tapi ada juga tuh orang yang hidupnya kagak tenang karena terlalu ambisius mendapatkan prestasi tadi sehingga sedikit aja ia gagal en terjatuh ia langsung patah arang.  Atau ada yang bilang kebahagiaan itu terdapat pada kegantengan secara fisik? Nggak juga tuh. Soalnya gw ngerasain sendiri kok. Orang seganteng gw juga masih tetep stress karena diburu fans gw hampir tiap hari, bwahahahah!
Yang namanya kebahagiaan, belum tentu bisa diukur dengan materi pren. Contoh, orang yang kaya raya mungkin masih gak akan berbahagia dengan kekayaannya jika ngelihat kekayaan saingan bisnisnya yang lebih melimpah. Wajarlah, yang namanya manusia bila nurutin hawa nafsunya pastilah gak kan pernah puas. Ketidakpuasan inilah yang bikin orang gelisah, maunya meraih sesuatu yang lebih tinggi dan lebih lagi. Maka meski udah berlimpah materi yang dipunyai rasa bahagia tetap gak juga mampu dirasakan. Lalu, dimanakah sebenarnya kebahagiaan itu?
Jawabannya mudah, gak usah jauh-jauh nyarinya kok. Kata ustadz, kebahagiaan itu ada dalam hati kita sendiri. Ya, hati yang senantiasa bersyukur tentunya. Bersyukur terhadap apa aja yang udah dikaruniakan Allah kepada kita. Inilah kuncinya kawan. Sudahkah kita selalu bersyukur? Atas kesehatan raga yang masih kita rasakan, kesempatan waktu yang kita manfaatkan untuk beraktivitas, rezeki yang memungkinkan kita masih mampu menuntut ilmu hingga jenjang setinggi ini. Dan banyak lagi yang lain-lain. Belum lagi berbagai kenikmatan yang sebenernya gak bisa dirasakan oleh semua orang en kita bisa merasakannya.
Gw teringat dengan pengalaman sobat gw yang adiknya pernah merengek pengen banget makan  siomay. Sobat gw itu lalu menyetop gerobak siomay yang lewat depan rumahnya, lantas memesan semangkuk siomay buat adiknya. Ketika menghadapi hidangan siomay itu adeknya tersenyum sumringah, kelihatannya bahagia banget lalu berterima kasih sama si kakak.
Dan sekarang, gw bisa berbahagia bukan cuma karena kegantengan yang gw miliki (wueekk..), tapi juga karena gw punya sohib2 yang mau menerima gw apa adanya dengan segala kekurangan gw. Sungguh hal ini adalah sesuatu yang gak bisa ditukar dengan materi, sebanyak apapun. Mereka adalah orang-orang yang selalu ngingetin gw untuk selalu berada di jalan yang benar, gak sungkan buat negur gw kalo gw bikin salah atau maksiat, yang selalu sabar ngadepin tingkah laku gw yang menyebalkan. Mereka adalah inspirasi gw yang membuat hidup gw jadi lebih berwarna, merekalah yang memotivasi gw untuk terus menjadi lebih baik, merekalah yang selalu ngasih solusi ketika gw dirundung berbagai masalah, termasuk mereka jugalah yang rela ngutangin gw ketika gw kehabisan duit pas lagi kelaparan.
Yang lebih penting gw bahagia dapat sohib yang ternyata punya satu visi yang sama dengan gw. Punya mimpi yang bersama-sama pengen diwujudkan, walaupun orang banyak bilang mimpi kami itu terlalu utopis buat direalisasikan. Namun kita punya keyakinan yang sama bahwa apa yang akan kita perjuangkan ini kemenangannya adalah kepastian. Karena dijanjikan langsung oleh Pencipta kita en Rasul-Nya. Gw bahagia, gak sendirian berada di garis depan perjuangan ini!
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: