Melawan PPAIIBS!


oleh Akbar Khomeini

Melawan atau berontak merupakan sebuah reaksi yang muncul akibat aksi yang diberikan bertentangan dengan pihak-pihak yang diberikan aksi tersebut. Dengan pemaksaan ‘serangan aksi’ tersebut bisa mengakibatkan  pihak yang diserang melawan dan memberontak sekuat ‘power’ pemaksaan pula. Bahkan apabila serangan aksi menjadi lebih massif, maka reaksi yang muncul bisa lebih massif juga, atau (bisa juga) malah kalah dan bertekuk lutut mempasrahkan diri terhadap aksi yang diberikan padahal aksi itu tidak disukai/kehendaki/inginkan sebelumnya.

Ahhh…! bicara teori aksi-reaksi yang tidak jelas tersebut membuat pembaca jadi semakin malas melanjutkan tulisan saya ini. Yah lumrah saja sih.. semakin tidak jelas atau sesuatu yang biasanya tidak kita gemari secara naluriah cenderung akan  kita tinggalkan untuk dilanjutkan. Dan sadar atau tidak –sebenarnya- sikap kita meninggalkan sesuatu yang tidak kita gemari itulah yang disebut aktivitas reaksi juga. Reaksi terhadap  sesuatu yang tidak kita senangi itu, bisa dalam berbagai aktivitas yang sesuai dengan pola pikir dan pemahaman kita terhadap sesuatu itu. Maka apabila sesuatu itu memang secara pemahaman kita harus ditinggalkan, maka kita akan meninggalkannya sekuat mungkin secara totalitas. Celakanya adalah,  kadangkala kita malah menyerah dalam tindakan reaksi menolak seraya berkompromi memaksakan dan mencari-cari unsur kebaikan dari sesuatu yang sebenarnya tidak benar bagi kita.

Loh… kok malah ngomongin aksi-reaksi lagi…!? Hehe

Sebenarnya yang mau saya pikirkan bersama kali ini adalah begitu banyaknya, bahkan begitu massifnya penyebarluasan pemikiran/pemahaman alias ide-ide bobrok bin sompral yang sebenarnya menghancurkan akidah kaum muslim ditengah-tengah kita sekarang ini. Pemikiran gila –yang bahkan saya tak ragu mengatakannya sebagai pemikiran sesat- semuanya bersumber dari pangkal-pangkal ideologi  Kapitalis yang berintikan Sekularisme, dan ideologi Sosialis yang berintikan Komunisme. Keduanya adalah dua dari tiga ideologi besar yang pernah dan hingga kini diemban oleh masyarakat dunia. Dan apa satu ideologi yang lainnya? Tentu saja jawabannya adalah ideologi islam atau mabda islam!.

Untuk dua ideologi buatan manusia tersebut (ideologi kapitalis & sosialis), sebenarnya sejak peradaban islam berdiri hingga runtuhnya keKhilafahan di turki tidak pernah sekalipun diemban oleh umat islam. Bahkan menurut Ahmad Al Qashas dalam kitabnya Usus an Nahdah (Dasar-dasar kebangkitan) ia menganalogikan kalau “ideologi Komunisme merupakan palu yang menimpa kepala manusia, atau sabit yang menikam lehernya lalu kepalanya terpenggal dan jatuh tersungkur mati dengan pukulan yang membinasakan, dan ideologi Barat-kapitalistik adalah ibarat racun yang menjalar dalam urat-urat tubuh tanpa disadari oleh manusia, lalu sedikit-demi sedikit kekuatan tubuhnya melemah hingga dia menemui kematiannya dalam keadaan tidak sadar.”

Dengan memandang secara luas dari atas, maka kita memahami bahwa sebenarnya yang terjadi sekarang ini bukan sekedar pertarungan antara pengemban pemahaman yang saling meng-injeksikan pemahaman. Namun lebih dari itu semuanya sebenarnya ini adalah pertarungan ketiga ideologi dunia yang saling bersitegang mencoba memimpin peradaban manusia.

Lalu apa saja Pemikiran/Pemahaman Alias  Ide-Ide Bobrok bin Sompral (PPAIIBS)tersebut? Tentunya PPAIIBS tersebut adalah hasil produk-produk turunan dari ideologi kapitalis dan sosialis yang kini berkembang dimasyarakat , -yang bahkan kaum muslim sendiri banyak pula yang tidak sadar akan keberbahayaan pemikiran itu terhadap akidah mereka. Sebut saja ide demokrasi, pluralisme, liberalisme, kesetaraan gender, HAM, dan lain sebagainya yang sekarang ini membius seolah menjadi ide sakti yang dapat menyelamatkan kehidupan, padahal melumpuhkan tubuh dari dalam.

Berbagai jenis PPAIIBS dengan berbagai racunnya sebenarnya gampang saja ditaklukan secara teori. Karena PPAIIBS tersebut memang sejak dari alur berfikir nya pun sudah rusak. Satu-satunya kehebatan gank pemikiran sedeng tersebut adalah penyebarluasannya yang terstruktur dan luas kepada para akademisi dan tokoh-tokoh terpandang ditengah masyarakat. Sehingga banyak kalangan grass root danproletar yang memiliki kebiasaan ‘ikut-ikutan asal yang nyampaikan orang meyakinkan’ juga ikut terbius dalam PPAIIBS. Sehingga kesimpulan saya, ternyata PPAIIBS lebih bahaya dari pada video Ariel-Luna!, soalnya yang nyebarkan adalah akademisi, tokoh politik/terpandang, bahkan bisa pula ustadz..!

Untuk penjelasan dimana bobroknya PPAIIBS itu, anda bisa mencari penjelasannya ribuan halaman dengan ustadz-ustadz atau web-web pejuang islam kaffah lainnya. Saya hanya ingin melakukan brainstorming bersama mengenai cara-cara dalam melakukan reaksi penolakan terhadap PPAIIBS yang kini menjadi paham popular bagi orang awam.

Sebelum berbicara layak tidaknya sebuah konsep pemikiran diemban oleh manusia yang merupakan ciptaan Allah swt.,  adalah dengan mempertanyakan apakah konsep itu sesuai dengan fitrah manusia atau tidak. Dan kalau untuk sesuai dengan fitrah manusia saja tidak, bagaimana mau dikatakan pemikiran tersebut benar untuk diemban manusia. Contohnya saja komunis yang dalam ide dasarnya menolak adanya Tuhan sebagai Sang Pencipta dan Pengatur seluruh alam semesta. Padahal sudah menjadi hakikat bagi manusia memiliki naluri mensucikan sesuatu (Gharizatun Tadayyun) dan mengakui bahwa adanya pencipta bagi dirinya yang merupakan ciptaan.

Sesudah mempertanyakan kesesuaian dengan fitrah manusia, silahkan ajukan tiga pertanyaan sakti untuk menentukan apakah ide tersebut pas bagi akidah kita atau tidak. Tiga pertanyaan sakti tersebut antara lain : 1. Dari mana asal manusia?, 2.Mau apa ketika didunia? 3.Setelah dari dunia mau kemana?. Cukup! Hanya itu saja pertanyaan mendasar yang mampu membedakan seseorang pengemban sebuah ideologi dengan pengemban ideologi lainnya. Karena akan didapati jawaban dari tiga pengemban ideologi pasti akan berbeda.

Bagi pengemban ideologi komunis pasti  akan menjawab : manusia dari materi, hidup di dunia untuk memperoleh materi, karena mati nanti toh bakalan jadi bangkai (materi) juga. Dan pengemban ideologi kapitalis yang berakidah sekularisme (memisahkan agama dari kehidupan) akan menjawab : kita dari Tuhan dong.., tapi untuk urusan didunia kita pake aturan manusia aja jangan bawa-bawa tuhan, nah kalau urusan akhirat kita baru kembali ke Tuhan setelah ko-it nanti.

Perbedaan  jawaban dari kedua ideologi terhadap  pertanyaan yang sebenarnya biasa tersebut sangat terlihat, dan tak ada diantara keduanya yang bisa menjawab setegas akidah ideologi islam : manusia dari Allah, di dunia untuk beribadah kepada Allah, dan setelah kematian akan kembali keakhirat Allah yaitu surga atau neraka!.

Pemahaman harus dicocokan dengan dimensi-dimensi kehidupan manusia. Akan terlihat semua PPAIIBS ternyata melepaskan diri dalam dimensi kehidupan sosial kemasyarakatan (muamalah) dari keteraturan yang telah digariskan Tuhannya manusia. Dalam dimensi sosial kemasyarakatan PPAIIBS menolak campur tangan agama, dengan berbagai alasan yang (juga) sebenarnya bertentangan dengan fitrah manusia yaitu pluralisme lah.., sekularisme lah.., HAM lah… yang intinya kebebasan dan kedaulatan manusia untuk menentukan alur hidupnya seenak dengkulnya..

Kalau sudah terlihat kebobrokannya yang wajib diakukan tinggal membanting PPAIBS tersebut dihadapan pengembannya. Bahkan kalau perlu publikasikan kebobrokan dan ketidaksusaian ide-ide tersebut dengan fitrah manusia seluas-luasnya. Lakukan pergolakan pemikiran dengan 1000 langkah lebih massif dan lebih depan dari pada langkah penyebaran PPAIIBS tersebut. Karena kebathilan yang tak nampak dalam PPAIIBS lama kelamaan akan terkuak dan membelalakan mata. Apalagi ketika dampak-dampak dari PPAIIBS sudah banyak muncul (seperti hedonisme, individualisme, kemiskinan yang menjalar, kebebasan seksual, dll)

Tak cukup dengan membanting, kita sebagai pejuang-pejuang kembalinya kehidupan islam harus berdiri dan bersuara paling lantang menyerukan solusi dan pengganti dari PPAIIBS tersebut. Dengan keyakinan 100 persen dan bukti yang nyata selama 13 abad, solusi semua permasalahan dialam semesta ini dapat dibereskan dengan islam yang mulia. Dan apabila ideologi islam kembali memimpin peradaban tentu kesejahteraan dan hidup penuh keberkahan menjadi dampaknya.

Hanya saja saat yang dijanjikan tersebut belum tercapai, maka yang dilakukan kita sekarang adalah terus melawan dan terus berontak dari sistem menyengsarakan ini dengan membawa islam sebagai obat mujarab. Dan tak lupa pula teruslah membanting dan membanting PPAIIBS!

Terserah anda paham atau tidak maksud dari tulisan panjang lebar saya ini? Tidak masalah.. yang penting LAWAN SISTEM KUFUR! Ok?!

(akbar Khomeini)

Pertanyaan : ada berapa tulisan ‘PPAIIBS’ dalam tulisan ini?.. hehe

 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: