Rumah Tamu


Oleh Abdurrahman Shalehan

Rumah itu, konon adalah rumah kaya. Di dalamnya lengkap, segala ada disana, bahkan ada yang bilang, kalo syurga pernah bocor dan sebagian tumpah membasahi rumah itu. Dari perabotan dapur yang begitu wah, permadaninyapun adalah zamrud paling mahal di jagad raya, emas, perak, mutiara, nikel, baja, batu bara, gas alam, intinya di rumah itu terdapat gudang kekayaan yang takkan habis dimakan tujuh bahkan tujuh puluh turunan sekalipun. Ajaibnya lagi, di dekat rumah itu ada sungai yang menyimpan kekayaan paling menggiurkan yang bahkan gaji SBY sepuluh kali lipat pun takkan mungkin cukup untuk menyamai kekayaan sungai di rumah itu.

Namun, ironi akut, penghuni rumah itu banyak yang kelaparan. Hidup dalam derita tanpa ampun. Banyak penghuni rumah yang bego, yang tidak sekolah, yang membunuh, yang saling sikut, saling tonjok, saling perkosa, zina,  pada makan uang saudara yang lain seenak perutnya, intinya penghuni rumah itu banyak yang tidak waras. Bahkan kepala rumah tangganya pun gila.

Gila, benar-benar gila, si kepala rumah itu dalam diam menjalin kerjasama dengan PERAMPOK, gembong PEMBUNUH paling bejat sejagat raya, dia bilang “Kita akan jalin kerjasama, duduk sama rendah berdiri sama “stress” padahal anak buah klien kerjasamanya itu sudah puas memerkosa gadis saudara penghuni rumah itu, membunuh ibu-ibu, mencacah perutnya, anak-anak, bahkan tanpa otak sudah memborbardir rumah saudara penghuni rumah. Dimana titik warasnya, coba??

Dan, beberapa hari yang lalu, rumah itu limbung, berantakan, terhantap tsunami lagi, meledak, banyak penghuni rumah yang meninggal, tapi ditengah bencana begitu rupa masih banyak penghuni rumah yang korupsi, plesiran, dan maha parahnya si bego penguasa rumah tidak bisa berbuat banyak, alih-alih menyelesaikan penderitaan malah menambah berkali lipat, gaweannya menjual kekayaan rumah, terakhir penghasil baja dirumah itu mau di “sedekahin” ke orang jahat. Koplak …

Kabar terakhir yang aku dengar, gembong PERAMPOK, PEMBUNUH dan PEMERKOSA akan berkunjung kerumah itu. Lebih sinting lagi si penguasa dan penghuni yang sudah keselo otaknya, dengan bangga menyambut kedatangnnya, padahal sembari tamu itu datang nanti, sembari menusukkan belati yang mematikan, menikam jantung semua penghuni rumah. Habislah kelak masa depan rumah itu. Ambruk dia.

Rumah itu, tahu kan kalian yang aku maksud??

Tapi sebentar kawan, jika tidak salah di salah satu lemari rumah itu ada Al-Qur’an dan Kumpulan Kitab Hadist, sayangnya tidak pernah dibaca apalagi dipake. Berdebu dan kusam bedua harta yang paling berharga itu, dimamah rayap-rayap nakal, yang nakalnya tidak sebanding nakalnya penguasa dan orang berpengaruh di rumah rapuh itu.

***

Pembubuhan tanda tangan kerjasama komprehenship adalah racun mematikan, yang akan menusuk jantung, menikam dalam-dalam urat nadi yang sudah mulai enggan berdetak itu …

Batalkan perjanjian neraka itu jika kita masih ingin hidup. Tolak tamu pemerkosa dan penguras harta kita itu, jika kita masih waras …

–garda1924—

Setelah lama libur menulis note, kembali hadir ditengah gemuruh yang mengguruh. Orang BAnyak MAsalah itu wajib ditolak dan diinjak. Lindas Negara yang dipimpinnya dengan ISLAM.



 

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: