Sekering Aki


oleh Fajar Gemilang Ramadani

Sebuah cerita menarik…. Ketika salah seorang temanku (sebut saja kumbang) motornya mogok. Entah kenapa motor yang seharusnya masih layak jalan itu tidak bisa hidup. Sudah di starter injak beratus-ratus kali tetap saja tidak mau hidup.

Kata pelaku (kumbang tadi) setelah dia selesai makan di sebuah warung di dekat kost ku, waktu mau pulang dan menyalakan kendaraan, kendaraannya ngadat. Untung ada seorang teman yang bisa mendorong motor temanku dan dibawa ke kost temanku yang lain.

Beberapa hari berlalu, si “kumbang” menjalani kehidupan tanpa kuda besinya. Ribet. Satu kata yang mungkin bisa ku gambarkan jika melihat keadaannya. Dengan mobilitas yang sangat tinggi tapi tak ditopang dengan sarana dan prasarana yang memadai, si “kumbang” sangat kerepotan menjalani tiap aktivitasnya. Hingga satu hari, ku coba bak seorang pahlawan mencoba mendatangi tempat menitipkan motornya tadi. Coba ku diagnosa (sedikit mengamalkan ilmu…hehe), dari hasil anamnesis, bahwa motornya sudah lama tak di servis, dan lama tak ganti busi. Maka diagnosis sementara pun ku tegakkan “busi kotor” adalah penyebab kausalnya.

Maka segera ku berikan terapi, dengan peralatan seadanya (macam dokter, jadi di perifer juga…), bermodal kunci busi dan amplas yang ku simpan di dalam dompet (canggih ga tuh..??). setelah coba ku utak-atik, akhirnya businya lepas juga. Ku lihat keadaan businya, ada yang aneh, menurutku businya masih bersih. Tapi tetap ku coba bersihkan. Ku gosok dengan amplas, lalu ku cek, apakah masih ada apinya atau tidak businya. Dan masih ada memang. Setelah bersih, ku pasang lagi. Dan ketika coba dihidupkan, Alhamdulillah nyala. Wah ternyata ilmu yang diajarkan oleh ayahku sangat berguna. Wajah yang punya motor pun sumringah. Berbunga-bunga. Kami lalu pulang, karena aku juga punya agenda lain. Ngisi kajian untuk adik tingkatku.

* * *

Tapi ternyata, nasib si “kumbang” sedang “apes” alias kurang beruntung. Ternyata setelah ku tinggal tadi dia makan malam lagi di tempat yang sama ketika motornya pertama kali ngadat. Mungkin paman warungnya dongkol sama yang punya motor(keseringan ngutang kali..hehehe…kidding…), sehingga sejarah berulang, ketika ingin pulang ternyata lagi-lagi motornya ngadat. Lalu langsung didorong motornya ke kost yang yang tak terlalu jauh dari TKP.  Tapi aku sedang tak di kost, aku masih ngisi pengajian. Setelah selesai aku langsung pulang ke kost. Dan lagi-lagi mencoba mendiagnosis penyakitnya.

BUNTU…!! Sudah ku coba pikirkan kira-kira apa yang salah, tapi tetap saja tak bisa kutemukan. Wajar, ilmunya apa adanya. Akhirnya dibiarkanlah motornya dan dititip di kost ku.

***

2 hari berselang, kira-kira jam 5 sore, si “kumbang” datang ke kost ku. Kutemani dia memperbaiki motornya. Kudorong dengan memakai motor juga. Dan kami tiba di bengkel. Bapak bengkelnya sedikit melakukan anamnesis juga dan baru terpikir oleh ku bahwa ada kemungkinan yang bermasalah adalah sekering aki. Ketika dibuka aki nya, benar. Sekering nya putus. Maka terapi nya mudah, kami beli Sekering aki, dan kami pasang. Dan, BREM…BREM….BREM… motornya hidup.

***

Ternyata yang bikin hidup temanku ga karu-karuan selama hamper satu minggu adalah Sekering aki. Tabung kecil dgn diameter paling-paling 0,5 cm dan panjang kurang lebih 2,5 centi dan harganya Cuma 500 perak.  Kecil, murah, tapi bisa bikin kehidupannya ampir hancur-hancuran.

Coba dari cerita diatas apa yang bisa kita ambil pelajaran..??

Pertama, yang harus diingat dari seorang dokter anamnesis yang benar, akurat, dan efektif sangat diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Jangan Cuma mengobati symptom nya saja. Kaya tadi, ternyata anamnesis yang ku lakukan tak lengkap. Sehingga aku tak mampu untuk menggali ketrangan dari “pasienku” dan akhirnya diagnosis keliru, apalagi terapinya.

Kedua, ternyata cerita tadi mirip dengan kasus umat ISLAM sekarang. Motor itu adalah sebuah system. Ketika ada satu saja komponen yang bermasalah dari sebuah motor pasti akan menggangu kinerja motor. Bisa ngadat, ga enak di pake, mpe mogok n ga mau hidup. Dan ujung-ujungnya bikin ribet yang punya motor. Walaupun komponen yang bermasalah hanya tabung kecil diameter 0,5cm panjang 2,5cm dan harganya 500 perak. Terlihat sepele. Tapi ketika komponen kecil tadi bermasalah, efeknya sistemik. Bukan penyakit topical.

Faktanya, ISLAM yang notabene juga sebuah  system yang terintegrasi, juga sedang tidak berjalan sebagaimana mestinya sekarang. Begitu banyak kompoenen yang tidak dipakai dengan semestinya. Bahkan dicampakkan. Islam dipersempit sebatas ibadah ritual belaka. Bagi kebanyakan orang Islam itu, hanya syahadat, shalat, puasa, zakat, n haji bagi yang mampu. Atau ada yang lebih parah Islam itu Isya, Shubuh, Lohor, Ashar, Magrib. Itu pun masih banyak az oknum-oknum yang korup sholatnya. Padahal Islam, ga Cuma ngomong masalah ibadah ritual. Islam juga ada dipasar, dikantor di sekolah, di pengadilan, di istana Negara, dimana-mana dah pokoknya.

Jangan lupa ada ayat Al-Quran yang artinya “Allah menghalalkan jual, beli dan mengharamkan riba’”, trus “penzina laki-laki dan penzina perempuan dera lah mereka 100 kali dera”, ato “pencuri laki-laki dan pencuri perempuan potonglak tangan keduanya”. Nah pada dikemana’in ayat-ayat tadi n banyak ayat-ayat Al-Quran yang lain. So, lihat az akibatnya sekarang ini. Umat mana yang kehilangan sandal ato sepatu di tempat ibadahnya sendiri? (lagi-lagi pengalaman teman yang sama).

Islam itu indah dan memuliakan jika memang di terapkan menyeluruh. Buat apa orang nyuri kalo kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi. Apalagi kalo dia tahu hukuman orang yang mencuri adalah potong tangan. Buat apa orang berzina, jika syarat untuk menikah dimudahkan, dan poligami di halalkan?di tambah pendidikan keluarga yang baik. Islam me-manage semua nya dengan baik, ga perlu system yang lain yang ga jelas juntrungannya n ga ada bukti mensejahterakan. Bukti yang ada malah bikin hati meringis.

Buat hidup kok coba-coba?? Hidup cuma 1 kali, kalo yang ini udah ga bener, ya selamat tinggal. Kalo kesempatan ini sudah tersia-siakan, maka tak akan ada kehidupan yang kedua. Biar mpe nagis darah juga ga bakalan bisa balik hidup lagi. So, mumpung masih ada umur, mumpung O2 dan CO2 masih bebas mondar-mandir di alveolus kita, mumpung nodus SA masih istiqomah memimpin irama jantung kita, n mumpung tuh jantung ga bosen kembang kempis 60-100 kali semenit. Manfaatkan hidup dengan dinaungi aturan-Nya.

Masalahnya sekarang, tak ka nada Islam menyeluruh tanpa ada kekuasaan yang menerapkannya. Kita ga bisa seenaknya, ada orang mencuri di hadapan kita langsung kita tangkap, tutup matanya, kumpulin orang-orang, tarik n potong tangannya. Eh malah kita yang masuk lapas. So biar kita ga masuk lapas, ya biar az Negara yang motong tangan 2h pencuri, kan legal. Hidup berkah kita pun aman. Kesimpulannya biar bisa hidup berkah harus dengan aturan Islam menyeluruh, aturan Islam menyeluruh ad kalau di terapkan Negara. Jadi kunci hidup berkah adalah hidup dibawah Negara yang make aturan Islam dari A-Z nya. Negara itulah yang sering di sebut KHILAFAH RASYIDAH ALA MIN HAJJIN NUBUWWAH.

Tingal dimana kita memposisikan diri? Mau jadi yang memperjuangkannya, mau jadi penyorak az, atom au ngalangin kami buat mewujudkannya….

LIFE IS CHOICE cuy…..

Tulisan yang hampir lumutan di hard disk laptopku karena ga dselese-selesein. Akhirnya kelar juga. Terima kasih kepada sohib n motornya yang telah menginspirasi tulisan ini….hehehe

Kelar di Banjarmasin, 25 Januari 2011 jam 20.29

Klo rada ga nyambung antar paragraph harap maklum, karena di tulis dalam suasana hati yang berbeda dan tertunda begitu lama…hehe

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: