Idealisme


oleh Abdurrahman Salehan

Perempatan jalan yang menyimpan cerita

Antara debu dan racun knalpot

Lihat pula tatapan nyinyir dan mencibir

dari mereka yang tak mau tahu

yang menghujat, menyebut kita pemberontak

Acuhkan saja

Lantangkan lagi teriakmu kawan!!!

Megaphone pinjaman ini menjadi saksi

Suara soak kita yang lahir dari jernih nurani

Karena kita muak pada penindasan”

“Perubahan. Revolusi harga mati … “

Kalimat itu yang membuat nadi leher kita hampir pecah

Biar saja mereka menyebut kita gila

Suara kita, adalah suara mereka

Suara rakyat yang kian sekarat

Kita bukan anarkis

Seperti mereka yang berteriak demi selembar rupiah

Sumpal saja dengan uang

Mereka berhenti berteriak seperti  anjing yang di lakban mulutnya

Tapi kita tidak begitu kawan

Karena ini tuntutan iman yang mengkristal

Karena perjuangan kita bukan sekedar dendam sejarah yang merah

Karena kita peduli pada bumi yang semakin mendekati titik mati

Maka, Revolusi putih, Revolusi Tauhid harus kau genggam

Seperti dirimu mencintai nyawa yang hanya satu

Pagi;06.55

2122011

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: