Cermin Buram Generasi Bangsa


oleh Abdurrahman Saleh

Zaman sudah benar-benar rusak. Terbalik. Yang benar di salahkan, yang salah adalah lumrah. Hanya ada satu aturan; terserah aku, apa hakmu mencampuri urusan orang. Rasa malu tak lagi ada. Dulu berpegangan tangan antara laki-laki dan perempuan adalah dosa dan hukuman bagi yang melakukannya paling ringan dikucilkan, di arak sekampung atau langsung dinikahkah saat itu juga. Tapi saat ini berpelukan bahkan berciuman menjadi lumrah meski dilakukan di depan khalayak ramai. Rasa malu sudah tenggelam dalam naluri kebinatangan.

Tengok saja ke jalanan, terlebih dimalam minggu, kemolekan tubuh yang seharusnya terjaga dan di rawat rapi, justeru di pamerkan murah meriah. Adalah tidak gaul jika memakai pakaian panjang. Gaul itu make celana di atas paha. Seperti celana dalam. Gila. Parahnya lagi ada slogan; lu gak gaul kalo lu belum di gauli. Maka hubungan yang seharusnya hanya dilakukan oleh pasutri menjadi “keharusan” dalam hubungan pacaran. Hasilnya, jangan di Tanya; 51 % remaja di Jabodetabeksudah melakukan seks pranikah, Surabaya 54%Bandung 47 %, dan 52 % di Medan. Hasil penelitian di Yogya dari 1.160 mahasiswa, sekitar 37 % mengalami kehamilan sebelum menikah (data BKKBN 2010).

Belum lagi bicara narkoba serta kenakalan-kenakalan remaja lainnya. Dan kabar terbaru Sejak Minggu (15/5/2011), menjelang pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK/MA, pembelian kondom di beberapa apotek di Kota Malang meningkat. Mayoritas pembelinya adalah anak muda (http://regional.kompas.com/). Lulus sekolah bukan malah menjadi manusia berguna, justeru berpesta dosa bersama pasangannya. Naudzubillah. Itulah dampak dari pendidikan yang sekuler, memisahkan agama dari kehidupan. Selama sekolah berapa banyak jam yang digunakan untuk menyimak pelajaran seputar syurga dan neraka? Dosa pahala, akhlak, atau bahkan sangat sedikit yang mengenali Penciptanya dengan baik? Karena basic pendidikan di negeri ini bukan akidah dan tujuannya pun hanya sebatas menciptakan generasi-generasi pekerja dunia. Enyahkan system sekuler, ganti dengan ISLAM. Hanya itu satu-satunya solusi untuk menciptakan generasi yang bermartabat dan bermental pemimpin.

Kenakalan remaja tidak bisa pula di bebankan kepada pelaku itu sendiri. Tentu banyak factor penyebab mengapa dia menjadi begitu. Remaja, di usianya yang masih labil, harus memiliki pemahaman yang kuat. Pendampingan yang ketat namun bukan mengekang. Karena seusia mereka, tidak bisa di dekati dengan kekangan atau kemarahan. Kita sering mendengar istilah bahwa ketika itu adalah masa pencarian jati diri. maka, harus ada yang mengarahkan. Jika tidak, bisa dipastikan akan larut pada keberantakan zaman yang semakin gila.

Penyebab;

– dasar-dasar agama/akidah yang lemah.

– kurangnya kasih sayang orang tua.

– kurangnya pengawasan dari orang tua.

– pergaulan bebas.

– peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.

– tidak adanya bimbingan rohani dari sekolah.

– kebebasan yang berlebihan

– masalah yang dipendam

– system yang tidak mengindahkan aturan Allah.

 

Solusi;

– Tanamkan akidah yang kokoh sejak dini, baik itu di rumah maupun di sekolah.

– Kasih sayang dan perhatian yang cukup dari orang tua.

– Batasi pergaulan, jangan sampai terjerumus pergaulan bebas.

– Pengawasan yang intensif di sekolah ataupun rumah dan kehidupan sehari-hari.

– Jadilah orang tua yang membuat anak merasa dekat dan nyaman bercerita dengan kita, singkatnya, kita menjadi sahabat dia/ tempat cerita dll.

– Peran Negara di sini sangat penting untuk memperbaiki semua lini, termasuk permasalahan generasi bangsa. Dan hanya ada satu aturan yang sesuai dan membuat bumi ini seimbang, yakni Aturan Allah SWT. Semua itu bisa diterapkan seratus persen dan menyeluruh jika ada Negara yang menaunginya, Negara itu adalah Daulah Khilafah Islamiyah.

–ketika menulis ini, saya heran, sepertinya bukan tulisan saya. Tapi yo wis, gak papa lah. Semoga saya bisa menjadi ayah dan suami yang baik untuk mewujudkan generasi pemimpin dan berdiri tegak membela kebenaran.

*kabarburukuntukkaumbarbar*

22.30 wita.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: