Keselek Jihad..


oleh Akbar K. Laksana

Bom Solo meledak. Meledak tiba-tiba di gereja pula. Ekspos media berlebihan. Menutupi kasus diserangnya umat islam di Ambon. Menutupi berita ditusuknya punggung  tukang ojek muslim di Ambon yang akhirnya diberitakan kebanyakan media nasional sebagai kecelakaan. Di Ambon pemberitaan diredam, dengan alasan menjaga kerukunan antar umat beragama. Di Solo berita malah di ekspos habis-habisan padahal dapat menyebabkan ketegangan antar umat beragama pula. Bahkan dalam pemberitaan, yang melakukan bom bunuh diri itu adalah seseorang yang ingin berjihad. Dan lucunya karena yang melakukan bom bunuh diri itu sebelum melaksanakan aksinya berkunjung ke warnet dulu, dan membuka situs-situs islam, kemudian polisi mengatakan bahwa situs situs islami itu sebagai media jihad radikal yang membahayakan. Bahkan ada seorang tokoh islam yang membuat pernyataan yang lebih heboh untuk menghakimi situs situs tersebut, dalam pernyataannya  ia mengatakan bahwa situs-situs seperti itu lebih bahaya dari pada situs porno.

Sedangkan saat dicek di situs yang katanya dikunjungi oleh pengebom itu (arrahmah.com) gue lihat gak ada yang aneh-aneh mengerikan seperti yang ditakutkan dan diutarakan sama polisi. Situs itu menyampaikan berita masih menggunakan kode etik jurnalistik. Menyampaikan fakta dengan sumber yang nyata. Menyampaikan pernyataan berdasarkan pihak yang ada. Gak aneh aneh.. silahkan buka saja.

Jadi apakah karena sebuah situs itu kebetulan dibuka oleh pengebom sebelum dia ngebom, lantas sebuah sistus bisa dicap menjadi situs yang berbahaya dan layak dikatakan sebagai situs yang mempropagandakan terror..? Gimana seandainya pengebom tersebut sebelum melakukan aksi bom nya mebuka situs kepolisian Indonesia..? http://www.polri.go.id misalnya, apakah lantas polri berani juga menjustifikasi bahwa situs polri merupakan situs yang memartir seseorang untuk melakukan propaganda terror. Apalagi menurut kabar berita, pengebom di gereja solo tersebut juga membuka situs MotoGP, ayoo.. apakah polisi juga berani mengatakan situs MotoGP juga adalah situs yang mempropagandakan terror..? Yang ada paling mempropagandakan kemulusan gadis-gadis motor..

Yang jadi miris sih dari beberapa kasus pengeboman belakangan ini, ujung ujungnya umat islam didiskridikan sebagai umat peneror. Ajaran islamlah sebagai motivasinya katanya.. sehingga saat ini umat islam dibuat menjadi malu dengan islamnya sendiri. Umat islam jadi takut dicap radikal hanya karena menggunakan celana gantung, jenggotan, pakai sorban, jidat hitam-hitam, bahkan curigaan kalau ada yang ngajak ngaji di masjid-masjid. Bisa dibilang itulah gejala islamophobia..

Begitu juga dengan masalah jihad. Umat islam jadi takut mengatakan kalau jihad fisik itu ada. Pengajian-pengajian kemudian membahas konsep jihad yang dikerdilkan hanya dengan ‘jihad melawan hawa nafsu..’. Jihad itu segala sesuatu yang dilakukan secara sungguh-sungguh dijalan Allah. Jihad itu bukan hanya perang, “Lagipula Rasulullah pernah bilang kalau jihad yang paling besar itu, adalah melawan hawa nafsu.” Apalagi konsep yang mengatakan jihad saat ini hanya melawan hawa nafsu itu disupport oleh media massa yang mendukung liberalisasi islam.

Tentu gue sendiri gak menafikan pemahaman lain mengenaji jihad diluar berperang, namun konsep jihad yang memisahkan jihad berperang dengan jihad menahan nafsu adalah sebuah kekeliruan besar. Menahan hawa nafsu itu bukan sekedar nahan keinginan melecehkan lawan jenis, bukan sekedar menghindari ikut-ikutan judi atau korupsi, bukan sekedar gak memuaskan foya-foya dengan seluruh harta dan untuk tidak melupakan sedekah serta infaq. Bukan sesempit itu saja..

Menahan hawa nafsu meliputi banyak hal. Termasuk menahan hawa nafsu untuk tidak berangkat seandainya, seruan jihad mengangkat senjata berkumandang adalah bentuk jihad juga, yang tak perlu dipisahkan. Coba lihat sirah (sejarah islam), Apa Rasulullah dan sahabatnya menghentikan perang setelah ucapkan: jihad terbesar adalah jihad menahan hawa nafsu? Tentu tidak di sana maksudnya.

Dampaknya besar jika pemisahan dilakukan. Orang-orang akan melihat dalam pandangannya bahwa, jihad melawan ‘hawa nafsu’ adalah “lebih besar” ketimbang jihad mengangkat senjata. Padahal tidak demikian. Toh Rasulullah saja menjanjikan surga dan hadiah 40 syafaat bagi para syuhada, bahkan beliau memburuk-burukan orang-orang yang ketika di ajak berjihad namun enggan, padahal tanpa uzur apapun.. Lihat saja kisah kisah jihad dalam Al Qur’an. Apakah kita masih bisa menafikannya..?

Iihh.. mengerikan… iihhh membahayakan..! mungkin itu yang dikatakan orang saat gue bicarakan tentang jihad perang dalam tulisan ini. Ada apa dengan gue..? apakah gue psikopat, atau dianggap teroris, dan tulisan ini terkatogori berbahaya sehingga blog gue ini juga dicap blog radikal propagandis teror seperti yang dilabelkan oleh polisi terhadap situs situs islami tadi..? hehe..

Yang pasti gue gak takut untuk membahas mengenai Jihad. Toh sebenarnya, faktanya, keadaannya, Jihad itu memang salah satu dari konsep islam secara konfrehensif. Jihad adalah alat politik luar negri Daulah Islam selain dari dakwah. Jihad bukan digencarkan untuk melakukan pembantaian bangsa bangsa yang menolak islam. Namun secara hakikatnya jihad itu adalah penghancur penghalang penghalang dakwah. Ya sekedar penghalang! Kalau ternyata dakwah ke suatu negri tidak ada penghalang, toh peperangan secara fisik ditiadakan.

Itulah makanya disaat peradaban emas islam, kedatangan ksatria muslimin disuatu negri menggunakan Jihad adalah hal yang sangat dinantikan oleh masyarakat yang merindukan kemuliaan islam bersinar di wilayah mereka. Seperti gambaran dalam film besutan barat ‘Kingdom of Heaven’ yang memperlihatkan pasukan jihad pimpinan Saladin (Shalahuddin Al Ayyubi) begitu santun, bahkan mereka bukan pasukan haus darah yang ingin membalas pembantaian keji yang dilakukan pasukan salib saat menghabisi umat islam di Syam.

“Ngeri uuuy..! males lanjutin baca ahh..Yang nulis gila! Ekstrimis..!” , seorang pria berbadan kekar yang sedang browsing dan kebaca tulisan ini bergumam, seolah yang dia baca adalah tulisan mengenai propaganda kaum homo –yang suka sodomi pria-pria member fitness.

Hei! jangan anggap orang yang berkeinginan untuk jihad itu gila. Kalau gue dianggap gila, beranikahkah katakan gila kepada manusia yang menghabiskan masa kenabiannya dengan memimpin puluhan kali jihad?

Inilah akibat banyak orang –bahkan orang islam sendiri yang menganggap jihad itu konsep ala fasis yang menyeramkan. Jihad dicap sebagai tindakan bar-bar. Dan gue faham jika jihad dalam konsep perang tengah didekonstrusi menggunakan disiplin hermeuneutika. Seperti pemahaman kalangan islam ‘protestan’ yang mengkerdilkan jihad hanya sekedar bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu, dan mencela-cela dan membarbarkan jihad fisik mengangkat senjata.

Menurut pemahaman yang gue yakini sendiri, jihad offensive/ futûhât (pembukaan atas wilayah-wilayah kufur) itu belum bisa dilaksanakan sekarang tanpa adanya intruksi langsung dari seorang Khalifah pemimpin kaum muslimin. Jadi dengan tegas gue mengatakan bom bunuh diri semacam bom solo kemarin itu menyimpang dari islam, juga konsep jihad dalam islam.Jadi jangan sekali kali mengatakan bom solo kemarin itu sudah benar dengan ajaran islam, sehingga islam disalahkan dan menjadi pelecut sebuah tindakan anarkisme.

Sedangkan untuk jihad defensive (menahan serangan, melindungi umat islam atau tanah umat islam) seperti di negri negri muslim semacam Palestina, Afganistan, Pakistan, dan lain lain itu wajib untuk dilaksanakan demi melindungi darah kaum muslimin, dan tanah hak kaum muslimin. Jihad defensive untuk yang seperti ini wajib dilaksanakan sekarang pula, walau perintah dari seorang Khalifah belum ada. Demi melindungi darah dan hak hak kaum muslimin disana, yang bahkan menurut Rasul Muhammad lebih berharga dari pada Ka’bah dan sekitarnya.

“Jika mereka memerangi kalian (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir” (QS al-Baqarah [2]: 191)

“Perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun telah memerangi kalian semuanya.”(QS at-Taubah [9]: 36).

Oke! Masih melabeli jihad mengangkat senjata (berperang) sebagai tindakan anarkis..? tindakan barbar diluar islam..? Kalau masih silahkan jangan sanggah jihadnya dulu. Tapi berani tidakkah membuktikan bahwa Al Qur’an itu salah. Bawa dan cari bukti kalau Al Qur’an bukan dari Sang Maha Pencipta. Mustahil beibeh..!

Coba sekali-kali bayangkan bagaimana menderitanya nasib ratusan wanita yang dipenjara dan diperkosa ramai-ramai dipenjara Jaslik? Bagaimana dengan nasib bayi-bayi, dan anak-anak Palestina dan Iraq saat di bombardir oleh militer Amerika, dan Zionis Israel? Bagaimana perasaan saudara-saudari kita yang ditindas saat mengetahui pikiran kita mengalihkan upaya untuk menolong mereka? Bagaimana jika dunia dibalik: keluarga kita ditindas, ibu tercinta kita dicungkil matanya, istri kita yang sedang hamil diperkosa, perutnya di belah, dicacah-cacah. Lalu, ketika meminta pertolongan pada orang yang mengaku saudara, eh, yang dimintai tolong malah bilang: 

“Jihad yang paling pol diantara yang pol adalah melawan hawa nafsu! Bekerja dan belajar yang sungguh-sungguh, adalah jihadnya pelajar dan mahasiswa!! Berusaha yang keras dalam mencari nafkah, adalah jihad bagi para suami untuk menghidupi istri dan keluarganya..!”

Apa nggak keselek?

[]

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: