Pra-KMII Jatim 2011


oleh Ardiannur Arroya

“Tugas itu selalu ada, terlebih sebagai seorang pengemban dakwah. Tugasnya tidak akan pernah berakhir hingga kedua kakinya berada tepat dan pasti di surga.”

Hari ini tepat H-1 sebelum sebuah Hari Bersejarah yang kembali akan diukir oleh para pengemban dakwah yang Insya Allah selalu dan senantiasa tsiqoh dalam mengemban sesuatu yang saya katakan sangat berat dan terkadang tidak semua orang yang tahan untuk memperjuangkannya. Karena inilah yang membuat manusia paling mulia dimusuhi, dibenci, dan dihina secara luar biasa oleh bangsanya sendiri, inilah yang membuat seorang Mush’ab bin Umair dengan keelokan parasnya dan tutur katanya meninggalkan harta-hartanya yang melimpah ruah, inilah yang membuat seorang budak berkulit hitam rela tetap mempertahankan apa yang dia yakini walau dadanya remuk di hujam batu besar dan punggungnya yang terbakar oleh panasnya padang pasir, inilah yang membuat sebuah peradaban yang luar biasa yang tidak pernah muncul sekalipun di dunia dan tak ada duanya di kancah peradaban dunia. Inilah Islam, dengan seperangkat peraturannya yang sempurna dan para pengembannya yang tak pernah berpaling sedikitpun dari yang haq.

Sayang, ia kini tenggelam oleh zaman, dihancurkan oleh mereka para musuh sejatinya dan yang lebih menyedihkan lagi justru dihancurkan oleh mereka-mereka yang mengaku sebagai pengembannya. Ya inilah fakta yang sangat menyedihkan, nyata dan ada serta jelas sekali. Inilah kondisi saat ini, kondisi Islam yang telah dicampakkan oleh sebagian besar pengembannya sendiri. Menyedihkan….

Tapi cahaya kebangkitan itu masih ada, walau kecil tapi sinarnya jelas dan nyata. Berasal dari para pejuang yang benar-benar ikhlas memperjuangkannya, hanya mengharap ridha Ilahi bukan yang lain! Kali ini, dan sekali lagi sinar-sinar kebangkitan itu akan bersinar lebih dan lebih terang lagi. Untuk menyampaikan pesan mulia dalam balutan iman yang menghujam. Besok, tepat pada hari Ahad, 27 November 2011 di GOR Kertajaya Surabaya sebuah sinar perjuangan akan kembali muncul dan lebih terang dan selalu akan lebih terang. Salah satu elemen masyarakat, para intelektual akan menyatukan langkah, menyatukan visi dan misi, menyatukan tujuan dan menyatukan apa yang akan diperjuangkan hingga akhir hayat. Inilah KMII-Kongres Mahasiswa Islam Indonesia se-Jatim yang Insya Allah akan dihadiri 4000 intelektual khususnya mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Bukan sekadar perhelatan biasa, acara kumpul-kumpul tanpa tujuan, tanpa ruh. Bukan! Tapi di sinilah para intelektual menyatukan langkah kemudian mengukir janji terlebih sejarah untuk memperjuangkan satu-satunya yang patut diperjuangkan! Tegaknya syariat Islam dalam bingkai Khilafah! Tidak ada yang lain dan tidak akan pernah ada pilihan lain, percayalah!

Maka satukan niat, satukan tujuan, satukan langkah bahwa besok bukanlah untuk acara reunian, acara kumpul-kumpul tidak jelas, tanpa tujuan dan hanya main-main! Besok adalah waktunya kita menyatukan langkah, pikiran, dan tujuan perjuangan untuk menyelesaikan segala macam problematika kehidupan yang ada dengan syariat dan khilafah! Mungkin yang menjadi EO dari acara ini adalah Hizbut Tahrir, tapi saya katakan bahwa acara ini bukanlah milik Hizbut Tahrir, terlebih ide tentang syariat dan khilafah juga bukan ide dan milik Hizbut Tahrir, Bukan! Tapi kesemuanya adalah milik umat muslim, umat Nabi Muhammad! Maka bukan hanya Hizbut Tahrir yang mencoba menyukseskannya, tapi seluruh komponen umat yang mengaku umat Islam dan umat Nabi Muhammad karena ini adalah milik umat!

Terakhir, mari kita semua, dimananapun kita berada, dari golongan apapun kita, siapapun dan apapun status kita! Mari kita berdoa kepada Sang Pemilik Kekuatan dan tiada kekuatan apapun selain dariNya agar besok disukseskan oleh Allah, dan mempercepat lahirnya nashrullah dalam perjuangan ini, dan terlebih menjadi salah satu sebab untuk kembali jayanya Islam dengan diterapkannya syariat dalam setiap lini kehidupan serta dalam bingkai Khilafah Islamiyah Ar Rasyidah ala min haj nubuwwah as tsaniyah. Aamin ya rabbal alamin,

“Karena sungguh tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah maka mintalah kepadaNya dan hanya kepadaNya, dan lihatlah apa yang akan terjadi.”

By : Ardiannur Ar-Royya
dalam sebuah bis dan di perjalanan dari Malang-Surabaya bersama dua orator luar biasa dari Malang untuk mempersiapkan acara besok.

Malang-Surabaya, Sabtu, 26 November 2011 pukul 07.20 pm

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: