Raja Tega!


oleh Fajar Gemilang Ramadani

Suatu hari anda dipanggil oleh orang tua anda. Lalu orang tua anda berkata, “nak, kamu ini membebani saja… boros betul, menyulitkan orang tua, jadi uang saku kamu kukurangi, terus kalo mau makan harus bayar sama aku,,,!!!”. Kira-kira apa yang anda rasakan seandainya orang tua anda Berkata seperti itu kepada anda?? Mungkin akan terucap, “TEGA”, atau mungkin “SUNGGUH TERLALU” tak lupa dengan logat Bang Haji nya. Padahal di satu sisi, mereka menghambur-hamburkan uang mereka untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, tidak penting, dan untuk melengkapi kemewahan pada diri mereka sendiri.

Alhamdulillah, untungnya orang tua kita tak pernah berkata seperti itu kepada kita. Dan aku yakin, Insya Allah orang tua kita semua, orang tua yang baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung. Tapi ternyata di era yang serba edan seperti sekarang ini, ternyata ada orang tua seperti itu. Ada orang tua yang tega memangkas nafkah wajib untuk anaknya, sedangkan orang tua itu sendiri hidup dalam lembah kemewahan. Tak percaya? Percayalah..!!

Tugas utama pemerintah adalah mengurusi urusan umat. Pemerintah wajib mengayomi dan mengusahakan kesejahteraan bagi rakyatnya. Karenanya pemerintah laksana orang tua dan kita sebagai rakyat adalah anaknya. Tapi ternyata, jika kita bercermin pada Indonesia sekarang ini (termasuk negeri-negeri Muslim yang lain) nampaknya tugas ini sungguh jauh dari realitas.

Rencana liberalisasi migas, dan pembatasan BBM bersubsidi adalah salah satu contoh betapa “orang tua” kita telah lalai mengurusi kita. Harta kekayaan keluarga dijual sedang “uang jajan” kita dikurangi. Pemerintah berkilah bahwa subsidi BBM adalah sesuatu yang membebani APBN, sehingga harus dikurangi. Padahal faktanya yang paling membebani APBN kita adalah hutang Negara kita sendiri. tahun 2011 yang lalu saja, pemerintah harus membayar “bunga” hutang nya sebesar 124 TRILIYUN rupiah’ lalu kenapa pemerintah harus berhutang? Tidak lain dan tidak bukan dikarenakan Negara kita menganut sistem Kapitalis. Padahal ga usah diragukan lagi sebenarnya betapa kaya nya negeri kita ini.

Kita salah satu penghasil gas terbesar di dunia, kita punya minyak bumi, kita batu-batu, kita punya emas, perak dan berbagai sumber daya alam lainnya. Bahkan dikatakan keuntungan yang diperoleh pertahun oleh PT. Freeport McMoran  di Papua sebesar 4.000 TRILIYUN rupiah. Coba bayangkan duit sebanyak itu ditukar jadi duit pecahan 500 perak, mungkin kalau diuruk dijalan dari Banjarmasin ke Banjarbaru masih bisa tersisa. Lantas kenapa perlu berhutang? Ya itu tadi, kapitalisasi segala bidang, kekayaan kita dijual ke swasta (asing) dan kita cuma dapat ampasnya doing.

Alasan lainnya, pemerintah bilang rakyat terlalu boros menggunakan BBM. Jadinya BBM harus kita kurangi biar rakyat belajar irit. Ah, pemerintah kita emang ga adil. Padahal mereka yang lebih boros. Anggaran 20 MILYAR untuk renovasi banggar gedung yang katanya gedung wakil rakyat, koq ga dibilang pemborosan. Berapa harga kursi yang paling mewah yang pernah anda duduki? Sejuta, dua juta, lima juta, 10 juta? Ah itu mah murahan. Wakil rakyat kita, bakal beli kursi seharga 24 JUTA per buah. Bisa anda rasakan betapa empuknya kursi 24 JUTA itu. Mungkin itu juga yang menjawab kenapa para wakil kita yang terhormat sering molor a.k.a ketiduran waktu sidang.

Apa lagi? Oh iya, renovasi WC gedung DPR yang dianggarkan 2 MILYAR.  WC yang mungkin 100 kali lebih mewah daripada rumahku. Padahal masih banyak rakyat yang kesulitan mendapat air bersih, masih banyak rakyat yang BOKER di kali. Sementara di tempat lain, para wakil kita enak-enakan BOKER di WC ber AC. Bikin kalender lah anggaran berMILYAR-MILYAR. Yang mana yang pemborosan bung??

Tapi ternyata pemerintah kita emang hebat banget nge-les. Ada-ada aja alasannya. Katanya lagi, subsidi BBM yang ada sekarang tidak tepat sasaran. Yang beli BBM bersusidi kebanyakan orang-orang berduit. Faktanya, menurut BPS tahun 2010, pengguna BBM bersubsidi terbanyak adalah rakyat dari kalangan menengah dan menenagah kebawah. Hayo..apalagi coba..??

Maka saatnya kita katakan kepada orang tua kita (pemerintah), “DASAR RAJA TEGA..!!”, “SUNGGUH TERLALU..!!”. Nafkah wajib untuk kita disunat, sementara mereka lagi asyik bergelimang kemewahan. BUKA MATA… INI NYATA… HANYA DI INDONESIA (dan negeri-negeri MUSLIM lainnya).

Selama kita masih hidup di system kapitalis, selama itu pula kehidupan kita akan semakin sempit. Percayalah hanya ISLAM solusi tunggal dan paripurna segala masalah kita. Sengaja aku tidak menuliskan solusi ISLAMnya, supaya bisa jadi bahan diskusi kita.

Banjarmasin, 22 Januari 2012

Pukul 20.00

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: