Archive for the ‘ Film ’ Category

Bedah Film KCB (Ketika Cinta Bertasbih)


oleh Fajar Gemilang Ramadani

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya bisa juga menonton filem yang satu ini. Filem yang lumayan menggemparkan dunia persilatan…(haha). Bukan tanpa alasan, karena filem ini dianggap sebagai penawar kekecewaan filem sebelumnya, yaitu AAC yang dianggap terlalu melenceng dariapa yang diharapakan masyarakat luas, alias sangat banyak perbedaan dengan novelnya.

Walaupun sebenarnya filem yang di sutradarai Chaerul Umam ini ini telah lama tayang di bioskop ada beberapa alasan mengapa saya tidak menontonnya saat lagi hot-hotnya di bioskop. Alasan pertama adalah masalah materialistis, alias lagi kere…(wah buka rahasia nih…). Yang kedua, kalau ga salah saat itu lagi lumayan sibuk. Dan yang terakhir yaitu alasan ideologis, alasan-alasan sebelumnya hanya alasan penunjang. Alasan yang ketiga ini adalah, tidak ada bioskop di Banjarmasin (karena di bjm cuma ada 1 bioskop, kalaupun banyak belum tentu juga) yang bebas dari ikhtilat, alias campur baur antara laki-laki dan Baca lebih lanjut

Iklan

“Married by Accident”, Visualisasi Kultur Hedonisme dan Penjajahan Ideologi


Oleh Ridwan Taufik Kurniawan

Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata” (Napoleon Bonaparte).

Memang, sejak dulu media massa memiliki peran penting dalam peta percaturan politik dunia, sehingga pengaruhnya melebihi kemampuan pedang dalam membunuh[1]. Film adalah salah satu media yang paling mempengaruhi gaya hidup manusia terutama remaja yang notabene sangat peka terhadap perubahan. Oleh karena itu, film-pun mengambil posisi penting dalam pembentukan kepribadian (syakhsiyah) dan paradigma[2] pemikiran (aqliyah) remaja. Ia seakan-akan adalah barometer atau patokan bagi generasi muda penghamba media-media yang hidupnya mengalir dengan berdasar pada opini yang diciptakan film itu. Mereka mungkin tidak atau belum pernah berpikir tentang siapa yang membuat film itu, dan yang lebih jauh apa maksud atau visi misi ideologis yang tersembunyi di balik produksi film-film itu.

Baca lebih lanjut