KAWAN, TERIMA KASIH UNTUK HARI-HARI YANG MENGAGUMKAN


Kawan, satu hal yang mungkin tak pernah benar-benar kita pikirkan adalah mengapa kita harus melakukan segalanya bersama? Beberapa jawaban terucap: mungkin karena itu pilihan kita, mungkin itu semua takdir, dan mungkin, karena kebetulan aja! Hahaha . . . Satu hal yang pasti, itu semua bukan kebetulan, karena tidak mungkin hal itu terjadi selama ada ALLAH Sang Khaliq. Semua telah ada pada rel dan jalurnya (baca: TAKDIR).

Baca lebih lanjut

“Married by Accident”, Visualisasi Kultur Hedonisme dan Penjajahan Ideologi


Oleh Ridwan Taufik Kurniawan

Saya lebih takut pada media massa dibanding senjata” (Napoleon Bonaparte).

Memang, sejak dulu media massa memiliki peran penting dalam peta percaturan politik dunia, sehingga pengaruhnya melebihi kemampuan pedang dalam membunuh[1]. Film adalah salah satu media yang paling mempengaruhi gaya hidup manusia terutama remaja yang notabene sangat peka terhadap perubahan. Oleh karena itu, film-pun mengambil posisi penting dalam pembentukan kepribadian (syakhsiyah) dan paradigma[2] pemikiran (aqliyah) remaja. Ia seakan-akan adalah barometer atau patokan bagi generasi muda penghamba media-media yang hidupnya mengalir dengan berdasar pada opini yang diciptakan film itu. Mereka mungkin tidak atau belum pernah berpikir tentang siapa yang membuat film itu, dan yang lebih jauh apa maksud atau visi misi ideologis yang tersembunyi di balik produksi film-film itu.

Baca lebih lanjut

KEBOHONGAN DEMOKRASI


Bohong kalau mereka bilang Demokrasi itu suci

DEMOKRASI adalah Musang berbulu domba

Menjaga sistem tetap berasas materi
Campakkan agama dari aturan hidup manusia

Bohong kalau demokrasi adalah jalan keadilan
DEMOKRASI adalah alat bagi eksistensi ideologi KAPITALIS
Memaksa Indonesia harus jadi pelayan
Menghamba dan jual kedaulatan kepada para IMPERIALIS

Baca lebih lanjut

Perubahan Itu dengan Sistem, Bukan Jilbabmu, Ibuuuu . . .


banggakahJalan-jalan pagi di kota yang kita bisa bernostalgia di ruas-ruas jalannya memang memiliki kesan tersendiri, apalagi kalo kita nemuin hal yang cukup aneh: Sebuah baliho cetakan banner yang biasa-biasa aja, nempatinnya-pun sembarangan, ketauan banget orang yang masang emang ga ikhlas. Taunya nurutin apa kata bos mereka yang berduit. Udah, ga terlalu penting. Sekarang kita coba melihat sisi yang menarik dari baliho tersebut: Tulisannya! Begini nih bunyinya:

Saudaraku, banggakah Ketika Ibu Negara Kita Menutup Aurat dengan Sempurna?”.

Trus ada tambahannya lagi : ”Lebih Cepat Lebih Baik!” (wkwkwk, ketauan kan, apa yg gue maksut)

Wajarlah gue yang punya penyakit humor akut tertawa setertawa-tertawanya saat itu. :p

Baca lebih lanjut

Facebook Haram?


Jika dipertanyakan apakah Facebook haram maka harus dipahami dan diketahui terlebih dahulu dalil tentang hukum benda dan perbuatan dalam hal ini penjelasan tentang Facebook haram terkategori dalam pembahasan Hadlaroh dan Madaniyah.

Kaidah ushul fiqh menyatakan bahwa :

al ashlu fii al asysyaa’i ibahah, maa lam yarid dalilu at tahrim.
Hukum asal benda adalah mubah sampai ada dalil (dari nash syara’) yang mengharamkannya.

Sedangkan hukum asal perbuatan adalah taqoyyudu bi hukmi syar’i (terikat dengan hukum syara’).

Dari kaidah ini internet adalah benda, facebook sebagai salah satu jejaring di internet adalah benda, maka menggunakannya adalah mubah.

Baca lebih lanjut

Umat Membutuhkan ‘Ulama Akhirat’


Pemilihan Presiden dan Wapres (Pilpres) 2009 akan digelar tidak lama lagi setelah pengumuman tiga pasangan capres-cawapres dalam beberapa pekan terakhir. Berbagai strategi dan cara digelar untuk meraih kemenangan. Yang menarik, setiap pasangan capres-cawapres merasakan kebutuhan dukungan dari ‘penguasa non-formal’ yang ada di tengah-tengah masyarakat. Mereka adalah para ulama, kiai, tuan guru, tengku dan tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh. Setiap menjelang Pemilu, termasuk Pilpres kali ini, mereka sering kedatangan tamu tim sukses pasangan capres-cawapres, atau bahkan langsung pasangan capres-cawapresnya.

Di sisi lain, ada sebagian orang dengan julukan kiai atau ulama bertandang ke kediaman pasangan capres-cawapres. Ada pula yang bertemu di luar ‘kandang’ masing-masing dengan cara menggelar satu acara atau agenda yang bertajuk ‘keumatan’. Pada pertemuan-pertemuan tidak resmi di tengah-tengah jamaah para kiai/ulama tidak jarang “pesanan politik” juga disampaikan. Targetnya tentu saja adalah menjajaki dukungan para tokoh umat ini, dan tentu dengan kompensasi.

Baca lebih lanjut

Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia


Buku Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia, yang diluncurkan beberapa waktu lalu itu sebenarnya tidak layak dibaca apalagi ditanggapi. Meski diklaim sebagai karya ilmiah, dan konon merupakan hasil penelitian selama dua tahun, namun semuanya itu tidak bisa menutupi fakta, bahwa buku ini sangat tidak ilmiah dan jauh dari obyektivitas sebuah penelitian. Alih-alih bersikap obyektif, buku ini justru dipenuhi dengan ilusi, kebencian dan provokasi penyusunnya. Inilah yang mendorong kami untuk menanggapi buku ini, khususnya yang berkaitan dengan Hizbut Tahrir, sebagai berikut:

Baca lebih lanjut